Udon: Mie Jepang yang Kenyal dan Tebal

mie udon jepang
Foto: Japanology / Shutterstock.

Udon adalah mie Jepang yang tebal dan kenyal. Mie ini terbuat dari tepung terigu. Udon disajikan dingin di musim panas dan sebaliknya, panas di musim dingin. 

Mi udon cocok dengan segala hal mulai dari kaldu kari hingga topping yang mencakup ikan goreng, berbagai sayuran, babi, dan kemungkinannya tak terbatas.

Bahkan mie udon sendiri tersedia dalam variasi yang sangat beragam, kebanyakan yang direbus, beberapa digoreng, tetapi umumnya dianggap paling baik saat makin segar, bukan yang dikeringkan.

Ada banyak cerita yang menjelaskan asal mula udon.

Satu cerita mengatakan bahwa pada tahun 1241 M, Enni, seorang biksu Rinzai, memperkenalkan teknologi penggilingan tepung dari Song China ke Jepang.

Tepung tanaman kemudian dibuat menjadi mie seperti udon, soba, dan pancake di Jepang yang dimakan oleh penduduk setempat. Teknik penggilingan tersebar di seluruh negeri.

Baca juga: 5 Jenis Mie Jepang: Ramen, Soba, Udon, Yakisoba dan Somen

Cerita lain menyatakan bahwa selama periode Nara, seorang utusan Jepang ke Dinasti Tang Cina diperkenalkan ke 14 jenis makanan yang berbeda.

Salah satunya disebut sakubei (索餅), yang terdaftar sebagai muginawa (牟義縄) dalam Shinsen Jiky (新撰字鏡), kamus yang diterbitkan pada Era Heian. Muginawa diyakini sebagai asal dari berbagai jenis mie Jepang. Namun, muginawa di Shinsen Jiky dibuat dengan tepung gandum dan beras.

Cerita lain untuk udon mengklaim bahwa nama asli mi adalah konton, yang dibuat dengan tepung terigu dan isian manis. 

Namun cerita lain mengatakan bahwa seorang pendeta Buddha bernama Kūkai memperkenalkan mie udon ke Shikoku selama Era Heian. Kūkai, pendeta Buddha, melakukan perjalanan ke Dinasti Tang Cina sekitar awal abad ke-9 untuk belajar.

Provinsi Sanuki mengklaim sebagai yang pertama mengadopsi mie udon dari Kūkai. Provinsi Hakata mengklaim telah memproduksi mie udon berdasarkan resep Enni.